KOTA PANDAAN

Blog Sederhana Dari Kota Pandaan

Bukan Salah Ikan Memangsa Umpan…

Posted by arumnet on November 24, 2009

(Dari Jahiliyah Ke Jahiliyah)

Transformasi Cara berpakaian sebagai Cermin Transformasi Peradaban manusia

Seorang Pemuda terlihat serius memandangi ikan hasil pancingannya. Lirih dia menggumam,
“Bodoh sekali kamu ikan…”
“Kenapa kamu memakan umpanku?”
“Tidak kah kamu tahu itu cuma jebakan agar kamu bisa kutangkap?”
“Dasar bodoh kamu ikan…”

Selang beberapa saat seorang kakek mendatangi pemuda tersebut sambil bertanya:
“Ada apa pemuda? kok sepertinya sedang bicara sama ikan?”
“Ikan kan tidak bisa bicara..” kata kakek tersebut sambil tersenyum kecil menjaga perasaan si pemuda.

Dengan lugas si pemuda menjawab :
“Saya cuma heran, kenapa ikan ini mau saja memangsa umpan saya..”
“Tidakkah dia tahu kalau ini semua akal-akalan saya untuk menjebaknya?”

Karena merasa tertarik dengan pertanyaan si pemuda tadi, akhirnya kakek tersebut mengajak ngobrol si pemuda dan mereka larut dalam pembicaraan yang panjang.
Kira-kira apa saja pembicaraan mereka?
So

“Pemuda, tidakkah kamu tahu kalau ikan tidak punya akal?” tanya si kakek.

“Ya, tentu saja saya tahu hal itu” jawab sipemuda.

“Itulah masalahnya, kenapa ikan tetap memangsa umpan tersebut sekalipun dia tahu kalau itu cuma jebakan”.
“Seribu kali dilepaskan pun dia akan tetap memangsa umpan itu lagi kalau ada kesempatan”
“Hal itu terjadi karena ikan hanya memiliki nafsu tanpa memiliki akal pikiran”
“Pun demikian dengan hewan-hewan yang lainnya” jawab si kakek tak kalah lugasnya.

“Lho, bukankah kita juga memiliki nafsu?” tanya si pemuda.

“Benar, ada istilah bahwa manusia adalah hewan yang berakal karena disamping memiliki nafsu, juga memiliki akal. Pintar-pintar manusianya saja gimana mereka memperlakukan akal dan nafsu mereka”, jawab si kakek.

“Berarti ada kemungkinan seorang manusia bersikap seperti hewan jika nafsu yang menguasai mereka kalau begitu?” tanya si pemuda.

“Benar sekali”, jawab si kakek sambil menghela nafas.
“Akhir-akhir ini banyak hal atau kejadian yang didominasi oleh nafsu manusia”
“Korupsi, pembunuhan, Pemerkosaan, dan lain sebagainya”
“Dunia ini penuh dengan godaan kakek, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Memilih menggunakan akal pikiran atau membiarkan nafsu menguasai kita”.

“Rupanya anda cukup memahami betul tentang hal ini. Kalo difikir-fikir, jaman sekarang mengalami kemunduran seperti jaman dahulu kala. Jaman jahiliyah” Pungkas si pemuda lugas.

“Tepat sekali. Coba perhatikan fenomena yang sekarang” Sambung si kakek.
“Pembunuhan, pemerkosaan, mabuk-mabukan, dan lain sebagainya, semua itu merupakan bagian dari masa lalu”.
“Nenek moyang kita dengan susah payah mencoba membangun sebuah peradaban yang baik, tapi akhirnya tergerus olah hawa nafsu manusia itu sendiri”.
“Kamu pernah melihat infotainment? film? Bukankah cara berpakaian mereka membuat nafsu kita bergejolak?”
“Bukankah cara berpakaian mereka seperti Orang yg tidak punya peradaban di masa lalu?”

“Ya benar sekali pendapat anda” Jawab si pemuda.
“Ternyata Jaman Jahiliyah tersebut akan terulang lagi”.

“Ya benar, dari jahiliyah ke jahiliyah” pungkas si kakek sambil tertawa lepas bersama si pemuda.

Setelah itu keduanya sepakat bahwa jaman sekarang justru sedang mengalami masa kemunduran. Peraadaban manusia sudah tenggelam ditelan gelimang nafsu dunia. Lantas siapa yang patut bertanggung jawab atas semua ini? tidak lain manusia itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: